Feeds:
Pos
Komentar

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Sebagai tindak lanjut dari keputusan Musyawarah Nasional I Community of Santri Scholars of Ministry of Religion Affairs (CSS MoRA) Nomor 002/MUNAS I/CSS MoRA/VII/2008 tentang penetapan Anggaran Dasar CSS MoRA Periode 2007/2008 Bab I Bagian 2 Pasal 2 yang menyebutkan : ‘Organisasi  ini bernama Community of Santri Scholars of Ministry of Religion Affairs yang selanjutnya disingkat dengan CSS MoRA’, maka sejak tanggal 14 Juli 2008, milis css_indonesia berubah menjadi CSS_MoRA. Alamat milis yang dulunya adalah
css_indonesia@yahoogroups.com
sekarang menjadi
CSS_MoRA@yahoogroups.com.
Perubahan nama ini tidak akan mempengaruhi keanggotaan milis. Data-data yang ada dalam milis terdahulu masih tetap sama. Yang berubah hanya nama milisnya saja, sedangkan data-data yang terkandung di dalamnya, terutama keanggotaan tetap.
Demikian informasi ini kami sampaikan untuk diketahui dan difahami bersama.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

PUBLIC RELATION OF
COMMUNITY OF SANTRI SCHOLARS OF MINISTRY OF RELIGION AFFAIRS NASIONAL

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin
Musyararah nasional I CSS telah terlaksana pada 12-14 Juli 2008 di hotel Galuh Tirtonirmolo Prambanan Klaten, Jawa Tengah dan telah menghasilkan beberapa keputusan di antaranya:

1. Anggaran Dasar
2. Anggaran Rumah Tangga
3. Garis-garis Besar Haluan Organisasi, dan
4. Rekomendasi program kerja

Hal yang sangat penting untuk diketahui dan dipahami bersama adalah nama organisasi kita sejak tanggal ditetapkannya Anggaran Dasar 13 Juli 2008 berubah menjadi:

“COMMUNITY OF SANTRI SCHOLARS OF MINISTRY OF RELIGION AFFAIRS”

yang kemudian disingkat menjadi CSS MoRA. perubahan nama ini didasarkan pada beberapa pertimbangan diantaranya permintaan dari Departemen Agama Republik Indonesia untuk mencantumkan Departemen Agama pada organisasi kita dalam satu bahasa. sehingga kita hanya mempunyai satu organisasi CSS MoRA.

Untuk mengefektifkan kinerja dan jalur koordinasi organisasi, struktur organisasi yang dulunya terdiri dari Nasional, Regional, dan Perguruan Tinggi sekarang hanya terdiri dari Nasional dan Perguruan Tinggi. Oleh sebab itu kepengurusan dalam regional secara resmi dibubarkan. Dan juga setiap organisasi yang sudah berdiri di tiap-tiap kampus (misalnya: avicena, imadega, hadits, kasandi unair dll) secara resmi diganti namanya menjadi CSS MoRA dan diikuti nama perguruan tinggi yang bersangkutan, sehingga hanya ada CSS MoRA Nasional, CSS MoRA IPB, CSS MoRA UIN Syarif Hidayatullah, CSS MoRA ITS, CSS MoRA UGM, CSS MoRA IAIN Sunan Ampel, CSS MoRA ITB, CSS MoRA IAIN Walisongo, CSS MoRA UIN Sunan Kalijaga, dan CSS MoRA Unair. CSS MoRA hanya mempunyai satu AD/ART dan GBHO, sehingga CSS MoRA Perguruan Tinggi tidak perlu membuat AD/ART dan GBHO sendiri dan jika ada yang sudah menyusun maka AD/ART susunan perguruan tinggi tersebut tidak berlaku lagi.

Selain itu setiap anggota CSS MoRA yang sekarang jumlahnya kurang lebih 1100 mahasiswa dikenakan iuran anggota wajib Rp 5.000,00 setiap bulanya yang dimulai setelah ditetapkan dalam musyawarah nasional yaitu bulan Juli 2008. sehingga secara otomatis anggota yang sudah membayar kas Rp 5.000.00 sebelum bulan Juli 2008 (dalam hal ini ITS, ITB, dan IAIN Walisongo) akan dianggap sebagai pembayaran bulan Juli 2008 dan seterusnya.

Keputusan lengkap hasil Musayawarah nasional I CSS MoRA dapat dilihat pada file yang disertakan dalam press release ini dan bisa di-download di sini.

Mohon maaf bila ada beberapa pihak yang merasa keberatan dengan keputusan-keputusan ini. Keputusan-keputusan ini sudah melalui berbagai pertimbangan untuk kebaikan bersama.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

PUBLIC RELATION OF
COMMUNITY OF SANTRI SCHOLARS OF MINISTRY OF RELIGION AFFAIRS

(Do U know that each cigarette you smoke is supposed to shorten your life by 11 minutes)

Setiap tanggal 31 Mei, seluruh warga dunia merayakan hari anti tembakau. Kenapa kita musti memperingati hari ini?. Perlu kita ketahui, tembakau sangat berbahaya untuk kesehatan, baik untuk perokok maupun non perokok atau sering disebut perokok pasif (orang yang berada pada lingkungan perokok, dan mengisap asap rokok yang dihembusakn dari para perokok). Tembakau merupakan penyebab kematian kedua di dunia dan menyebabkan ratusan perokok pasif meninggal tiap tahunnya. Orang seringkali tidak mau berhenti merokok karena beralasan takut gemuk. Namun mereka tidak menyadari bahwa risiko penyakit jantung akibat merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan.
Apa sih tembakau itu?
Tembakau merupakan tanaman yang daunnya dikeringkan kemudian diproses menjadi cigarets(rokok). Tembakau dapat diisap ataupun dikunyah. Tembakau mengandung ribuan racun kimia, dan yang paling berbahaya adalah nikotin.
Trus apa sih nikotin itu?
Ketika seseorang menghisap cigarets(rokok), nikotin yang terdapat di rokok memasuki paru-paru dan masuk ke pembuluh darah. Sekali nikotin masuk ke aliran darah, nikotin dengan segera akan mencapai otak. nikotin Cuma butuh waktu beberapa detik untuk mencapai otak kita dan nikotin ini punya efek langsung pada tubuh kita sampai 30 menit. nikotin bisa lebih cepat mencapai otak kita jika diberikan lewat injeksi (suntikan)).
Efek rokok terhadap kesehatan
Taukah kamu, setiap kali kita menyalakan rokok, maka denyut jantung bertambah, kemampuan membawa oksigen berkurang, mangaktifkan platelet yaitu sel-sel penggumpal darah. Kebayang ga sih, kalau di pembuluh darah kita yang kecil itu ada yang nyumbat? Darah jadi ga bisa mengalir, trus organ yang dialiri oleh pembuluh darah yang tersumbat itu jadi kekurangan oksigen karena tidak dialiri oleh darah yang notabene fungsinya buat ngebawa oksigen ke organ tersebut, dan lama-kelamaan organ tersebut bisa mati.
Efek jangka pendek
Efek jangka pendek yang bisa muncul kalau kita merokok diantaranya nafas, baju, rambut jadi bau asap rokok, gigi jadi kuning sampai kecoklatan, system pernafasan jadi rusak, ketergantungan ma nikotin, batuk yang kronik ( berkepanjangan), mudah mengalami bronchitis,asma.
Efek jangka panjang
Kalau tadi disebutin efek jangka pendek dari rokok,nah berikut ini beberapa efek jangka panjangnya, di antaranya: penyakit jantung ; kanker ; emfisema ; bronchitis kronik ; Impoten ; sel sperma abnormal ; buat ibu hamil, jadi rawan mangalami keguguran, bayinya bisa lahir mati, bayi lahir dengan berat badan rendah dan juga bayi lahir premature.
Duh, banyak banget ya efek dari tembakau. Padahal sekali kita beli satu bungkus rokok, kita cuma ngabisin paling ga 10.000,tapi biaya yang musti kita tanggung karena efek rokok, duh….mahal banget!!!!( masih mau merokok???)
Dan buat tambahan, meskipun Hari Anti Tembakau Sedunia dirayain hanya tiap tanggal 31 Mei, tapi usaha kita untuk memerangi tembakau tetap harus ada sepanjang tahun. Sepakat???

Dept. penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan AVICENNA
CSS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pengumuman Hasil Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi Departemen Agama RI Tahun 2008, dapat dilihat di http://www.ditpdpontren.net/ atau langsung didownload melalui link dibawah ini

1). itb-tahapII.xls
2). lamp-umum-bea-santri-08.xls
3). unair-tahap-II.xls

Selamat bagi para penerima beasiswa santri berprestasi Departemen Agama 2008.

Selamat datang di Community of Santri Scholar.

Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tulisan ini berasal dari komentar terhadap tulisan “Kecacatan Organisasi CSS Nasional” yang dimuat di milis dan blog CSS. tulisan ini dimuat atas izin penulisnya, yaitu Sakinah Ginna Rosmawati, anggota CSS dari FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Silakan dibaca.

Assalamu’alaikum…

Apa kabar temen2 CSS dari Sabang sampai Marauke?
Semoga kita semua senantiasa beradadalam lindungan Allah SWT dan tetep istiqomah di jalan-Nya.

Miris rasanya membaca tulisan2 yang beredar di milis sekarang ini, saya memang tidak terlalu tahu darimana akar permasalahannya, saya hanya membaca tulisan dari temen2 yang sangat kritis tentang keberadaan organisasi kita sekarang ini. entahlah ada yang bilang organisasi ini cacat atau apalah tulisan2 lainnya yang memang sekali lagi sangat kristis dan peduli terhadap akan dibawa kemanakah organisasi ini selanjutnya. Mana bukti dari jargon CSS go…go…go…?!#@

Saya di sini mungkin hanya akan berbagi pengalaman… sebagai anggota CSS angkatan pertama, 2005. saya bukan seorang organisatoris atau pun aktivis yang jago2 banget, tapi sekali lagi di sini saya hanya ingin berbagi pengalaman karena saya pun peduli akan CSS ini, secara tidak langsung kita semua punya tanggung jawab yang besar terhadap maju tidaknya CSS.

Saya bersyukur sekali telah dibentuk CSS nasional, jadi kita semua bisa bekerja bersama2, kita punya pikiran dan ide2 yang bisa dikembangkan di Universitas masing2. CSS kini sudah beranggotakan hampir seribuan orang, apalgi tahun depan tambah banyak kali ya… tapi sampai saat ini kinerja CSS nasional memang belum terlihat dan terasa oleh kami, khususnya di UIN. memang mungkin kendala jarak, jadwal kuliah yang padat dan kesibukan2 lainnya. tapi itu bukanlah suatu alasan untuk tetap mengembangkan organisasi. sekarnag ini kemajuan teknologi sudah begitu canggih dan akses internet bisa di mana pun dan kapan pun, tapi kenpa hal ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Sekarng kebetulan saya juga aktifdi organisasi nasional, namanya CIMSA (Center for Indonesian Medical Student’s Activities), ini adalh sebuah organisasi kedokteran yang anggotanya terdiri dari 19 fakultas kedokteran di Indonesia. sudah berdiri sejak 2001, kita juga punya afiliasi dengan organisasi kedokteran Internasional namanya IFMSA,,, well saya tidak akan bercerita panjang lebar tentang kedua organisasi ini, tapi konsep pengembangan organisasi yang mereka punya mungkin bisa kita teladani, secara kedua organisasi ini sudah eksis dan berhasil menjalankan program kerjanya baik di tingkat nasional maupun internasional.

Begini… untuk yang pertama… menurut pandangan saya:

1. Perlu adanya publikasi nama2 pengurus CSS nasional, karena jujur saya belum tahu strukturnya secara keseluruhan,mungkin yang lain juga masih banyak yang belum tahu…
2. MUNAS itu perlu diadakan, entah itu mau kapan, terserah kesepakatan dari teman2 semua. karena untuk membangun fondasi yang kuatdan supaya jelas arah tujuan kita perlu ada yang namanya suatu AD/ART dan kesepakatan2 lainnya yang mungkin akan digagas oleh teman2 selanjutnya. dalam hal ini kita perlu melibatkan DEPAG sebagai pemberi beasiswa dan secara otomatis setelah kita lulus kita harus menepati perjanjian untuk mengabdi di Pondok selama 3 tahun.
3. Perlu adanya program2 yang dijadikan Centre of Excellent yang digagas dari MUNAS tersebut,,, untuk diaplikasikan di CSS lokal universitas masing-masing.
4. Perlu adanya pertemuan rutin minimal sebulan sekali dari para pengurus nasional dan regionalnya melalui online meeting di yahoo messenger dengan dimoderatori oleh seseorang, mungkin di sini sekretaris nasional yang berperan, jadi kumpulin e-mail2 para pengurus nasional sebaiknya dengan pengurus lokal juga agar bisa melalukan join conference di Yahoo Messenger (salah satu alternatinya). Ini merupakan cara yang efektif untuk tetap mamantau jalannya kegiatn yang telah kita gagas bersama di Munas.Jarak tidak mesti membuat organisasi vakum.
5. Membangun sebuah organisasi memang ga gampang, tapi kita harus sama2 semangat dan terus berjuang untuk mebangun impian2 kita…. saya berharap semua bisa mengerti. saya ingin melihat CSS ini berkibar… oleh karena itu marilah kita berjuang bersama2, sumbangkan ide2 kalian sebagai sebuah solusi agar organisasi ini tidak benar2 menjadi cacat.
6. O ya proposal munas dan siapa aja yang mau dateng katanya udah jadi, mana publikasinya, posting di milis CSS ya biarkita bisa baca. ….
7. Mungkin perlu ada konseptordari tiap2 universitas atau apalah sebutannya yang benar2 bisa mewakili aspirasi dan benar2 peduli terhadap maju tidaknya CSS ini… saya dukung diadakannya MUNAS, tapi sekali lagi butuh kesepakatan dari semua pihak…. tolong didiskusikan lagi….
8. Buat Angga tetep semangat dan tunjukkan eksistensimu… Ayooo ga!!! Saatnya sekarang!!! Kapan Lagi???

Mungkin sampai disini dulu sharingnya… diskusi lebih lanjut bisa kirim e-mail ke gueeeiii_na@yahoo.co.id atau call me on 0219250/ 0818962396.

Terima kasih

Wassalam…

Ada yang harus diklarifikasi nampaknya dari tulisan saya terdahulu, tentang kecacatan organisasi. Tidak arif agaknya jika kita hanya melihat permasalahan dari satu atau beberapa titik pandang. Dalam memandang masalah yang terdapat pada suatu organisasi (tidak terkecuali CSS), kita memang harus mengkajinya dari berbagai elemen yang yang membangunnya karena organisasi merupakan sebuah sistem. Sistem dimana semua elemen manusia, fungsi, dan aktivitasnya saling behubungan erat atas dasar dan maksud pencapaian tujuan – baik secara tertulis atau tidak – yang sama.

Tidak adil juga rasanya jika hanya kritisisme analisis masalah yang dikedepankan tanpa diimbangi dengan solusi-solusi perbaikan. Agaknya pula, tidak layak sepenuhnya judgment label “cacat” bagi suatu organisasi yang baru dilahirkan (baru dibangun). Seorang bayi yang belum bisa berjalan, bukan langsung berarti dia cacat, bukan? Demikian mungkin analoginya. Sehingga memang diperlukan pandangan klarifikatif atas poin-poin yang sempat disinggung pada tulisan lalu.

  1. Kesan inisiatif yang sangat minim agaknya juga dipengaruhi oleh berbagai faktor kendala seperti jarak yang cukup jauh dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang tidak efektif atau kurang maksimal mungkin. Namun demikian, tidakkkah sekedar bersms atau berkirim email menanyakan dan mengkoordinasikan keadaan yang sedang berkembang di tiap-tiap universitas bisa dilakukan? Suatu catatan yang harus digarisbawahi bahwa (inilah yang luput disinggung mungkin) inisiatif bukanlah an sich berasal dari ketua, namun juga dari semua elemen pengurus organisasi, bahkan anggota. Inisiatif dan respon yang lebih cepat dan besar dari ketua (dan memang harusnya demikian) akan memacu inisiatif dan respon yang tak kalah juga dari para staffnya.
  2. Kesan eksklusivitas informasi bisa terjadi ketika aliran informasi hanya tertahan (atau berjalan melingkar) pada satu atau beberapa orang saja. Hal ini bisa dihindari jika informasi-informasi yang diperoleh oleh suatu bagian organisasi secara baik dilaporkan ke ketua dan dengan bijak (oleh ketua) disebarkan ke bagian-bagian lain dalam organisasi lewat “juru bicara” yang tepat, dalam hal ini PR barangkali. Hal yang harus secara lebih arif dipandang adalah tentang sifat informasi yang akan dialirkan tersebut, sekedar hearing opinionkah, konfirmatifkah, atau instruktifkah. Kesalahan dalam pengertian dan pandangan tentang sifat informasi, alih-alih dapat menimbulkan kekacauan. Suatu hal yang selayaknya masih harus melalui tahap hearing, misalkan, namun karena langsung dijadikan instruksi, dapat menimbulkan gejolak ketidaksepahaman.

Memang aspek pembelajaran juga turut mempengaruhi kondisi kita saat ini. Yang perlu diingat pula bahwa hal pembelajaran ini juga harus diseimbangkan dengan periode waktu dan posisi kita saat ini. Alih-alih menjadi dewasa dan lebih arif, kita bisa jadi malah salah mengambil arah dan terlalu cepat melangkah. Jika kita ingin memberi pelajaran menulis, tentunya kita tidak akan mengarahkan kepada seorang bayi berusia dua tahun untuk memegang pena dan menuliskan sesuatu di kertas, bukan? Pena dan kertas tersebut sangat mungkin akan dimakannya, atau paling tidak diemutnya. Demikian, bukan? Namun jangan salah bahwa bayi berusia dua tahun tidak bisa berbuat apa-apa. Mata, telinga, dan rasa ingin tahunya saat itu sangat peka, bahkan dibandingkan dengan orang dewasa seusia kita.

Perihal Munas I CSS

Apakah teman-teman sudah mencari tahu jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang pernah kami kemukakan? Setidaknya itu, saya kira, akan mengangkat kritisisme kita. Walaupun mungkin, sikap yang kita ambil tetap berbeda pada akhirnya. Sikap saya, sekali lagi sebagai penegasan, bahwa munas sangat bermasalah dalam pemutusan perlu atau tidaknya diselenggarakan dalam waktu dekat ini. Ini adalah munas pertama. Perjalannanya tidak akan sama dengan apabila kita melaksanakan munas II, III, atau seterusnya karena pada saat itu yang terjadi hanyalah peninjauan ulang dan penambahan poin-poin pada AD/ART, GBHO, dan GBHK yang dianggap perlu. Itu yang perlu diperhatikan. Jika munas akan tetap diadakan, barangkali ada baiknya fokus pembahasannya dirancang ulang, diarahkan ke pencapaian yang berbeda. Jika opsi itu yang dipilih, mungkin nama “munas” akan ditanggalkan dan diganti terlebih dahulu. Relevansi sekali lagi harus diperhatikan. Itulah mengapa klarifikasi posisi, analisis kemampuan, dan identifikasi kebutuhan begitu sering kami tekankan. Maaf… usulan ini mungkin sudah tidak akan berpengaruh apa-apa, akan tetapi begitulah perbedaaan pandangan yang tetap ingin kami perjuangkan untuk bisa, MINIMAL, didengar. Demikian, dan segalanya kembali pada diri kita bagaimana menyikapi.

Akhirnya, coba renungi ungkapan Ernest Hemmingway, “Now is no time to think of what you do not have. Think of what you can do with what there is.” Terima kasih.

Bogor, 1 Mei 2008

Nailul Abror

Kejam mungkin ketika kami mengatakan bahwa organisasi CSS Nasional
CACAT. Tapi memang begitulah pendapat kami. Ada beberapa poin yang
kami rasa cukup untuk melontarkan perkataan kami “CACAT” itu.
1. Inisiatif Ketua CSS Nasional yang tidak berbeda nyata dengan NOL.
Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya koordinasi antar pengurus.
KEMANA KETUANYA? Chating akbar antarpengurus yang sempat beberapa kali
dilakukan, itupun juga bukan atas dasar inisiasi Ketua CSS, tapi PR
yang lebih dahulu memandang itu perlu dilakukan (tolong diklarifikasi
jika salah informasi). Nah, lho?! Ketua hanya merestui, BUKAN
menginisiasi. Respon terhadap gejala kurang efektifnya chating akbar
juga tidak ditunjukkan oleh Ketua (Cari cara lain yang lebih
memungkinkan, tidak adakah?). Dalam lingkup yang lebih luas, Ketua
memiliki inisiatif yang sangat minim (tidak beda nyata dengan NOL)
dalam mencari tahu aspirasi dan gejolak-gejolak yang terjadi di
tingkat anggota (bagaimana bisa jika pengurus pun tidak?). Salah satu
contoh adalah ketika ada gejolak penolakan penarikan iuran bulanan
untuk kas CSS Nasional, tidak ada konfirmasi yang jelas oleh Ketua
(atau jangan-jangan malah sama sekali tidak tau masalah ini?).
2. Aliran informasi yang tidak lazim dalam organisasi. PR sangat
terkesan tidak difungsikan. Jika masalahnya Ketua tidak bisa menjawab
langsung gejolak yang terjadi di bawah, bukankah ada PR yang memang
tugasnya menyebarkan informasi? Selain masalah PR yang tidak
difungsikan, ada kesan bahwa informasi sangat eksklusif (hanya untuk
BEBERAPA orang saja). Poin kedua ini sangat jelas terlihat dari
informasi penyelenggaraan MUKERNAS CSS yang PENUH dengan TANDA TANYA.

MUKERNAS DALAM TANDA TANYA
1. Siapa yang menggagas? Apa gagasan itu benar-benar muncul karena
suatu gejolak yang mengharuskan secepatnya digelar MUKERNAS?
2. Keputusan jadi diselenggarakannya MUKERNAS “datang” dari mana?
Sudah dibicarakan dengan siapa saja, dan apa posisi mereka? Seberapa
penting MUKERNAS diselenggarakan? Apa saja pertimbangan objektifnya?
3. Apa saja yang akan dibahas dalam MUKERNAS? Apa sudah ada draftnya?
Siapa saja yang dilibatkan dalam pembuatan draft bahasan MUKERNAS?
Atas dasar apa memilih orang-orang itu? Apa draftnya (harus sudah
dibuat mestinya) sudah disebar ke semua peserta yang akan mengikuti
MUKERNAS nantinya?
4. Bagaimana penentuan orang-orang yang akan diikutsertakan dalam
MUKERNAS? Apakah sudah cukup mewakili aspirasi? Apakah sudah disetujui
oleh anggota lainnya?
5. Teknis pelaksanaan MUKERNASnya? Estimasi waktu yang dibutuhkan
untuk MUKERNAS? Jika pembahasan tidak terselesaikan sampai batas waktu
yang ditentukan, rencananya? Bagaimana dengan tempatnya? Pertimbangan
pemilihan tempat?

Itu beberapa pertanyaan yang sampai saat ini belum sepenuhnya kami
dapatkan jawaban pastinya. Namun demikian, ada beberapa yang kami
peroleh beritanya, beberapa kami rasakan dampaknya, dan kebanyakan
mengarah pada KETIDAKJELASAN.
Silahkan Anda mencari tahu sendiri jawaban-jawaban dari TANDA TANYA di
atas. Jika butuh diskusi lebih lanjut silahkan hubungi nama-nama berikut:
• Nailul Abror, anggota CSS IPB, sekretaris CSS Nasional (085281537987
atau neil_di_sini@ yahoo.co. id / nailoveria_ak10@ yahoo.co. id)
• Yahman Faoji, anggota CSS IPB, PR CSS Nasional (085282319023 atau
yahuzifa@yahoo. com)
• Firdaus Hamdani Akbar, anggota CSS IPB, Koordinator PR CSS Regional
I (085210068445 atau statistikagakure_ 42@yahoo. co.id)
• Uzer, anggota CSS IPB, Koodinator HRD CSS Regional I (081931342799
atau PONDDOK@yahoo. com)